Semut & Belalang

SEMUT DAN BELALANG

Naskah: Idris Klana & M. Faisal Rasyidi

BABAK I
ADEGAN I
Disebuah tanah lapang, tampaklah semut-semut sedang bekerja mengumpulkan makanan dengan gembira. Mereka bekerja sambil bernyanyi dengan riang.

Semut-semut :
Kamilah semut-semut ceria
Selalu bekerja dengan gembira
Tak pernah jemu, tak pernah lelah
Karena kerja adalah ibadah

Kamilah semut-semut periang
Selalu bekerja dengan senang
Agar selalu hidup tenang
Walau badai kan menerjang

Ayo kerja, Ayo bergembira
Hilangkanlah seluruh duka lara
Ayo kerja bersama-sama
Kita kuat dengan bekerja

Ketika para semut sedang asyik bekerja, datanglah beberapa ekor belalang. Mereka tampak sedang bersenang-senang dan menikmati indahya hari.

Para Belalang :
Kamilah para belalang
Selalu bersenang-senang
Sepanjang hari selalu riang
Menari-nari ditengah padang

Para belalang tak pernah susah
Karena kami tak mau lelah
Untuk apa bersusah payah
Karena makanan banyak melimpah

Untuk apa kita bekerja
Hanya akan mendapat lelah
Lebih baik bersenang-senang
Dipagi hari, siang dan petang

Sejenak semut-semut terpaku melihat dan mendengar nyanyian para belalang. Namun mereka kembali meneruskan bekerja sambil bernyanyi mengingatkan para belalang.
Semut-semut :
Bermalasan tiada berguna
Hanya akan buat sengsara
Bila engkau tiada bekerja
Sesal nanti baru dirasa

Ayo kerja, Ayo bergembira
Hilangkanlah seluruh duka lara
Ayo kerja bersama-sama
Kita kuat dengan bekerja

Para Belalang :
Untuk apa kita bekerja
Hanya akan mendapat lelah
Lebih baik bersenang-senang
Dipagi hari, siang dan petang

Semut-semut :
Ayo kerja, Ayo bergembira
Hilangkanlah seluruh duka lara
Ayo kerja bersama-sama
Kita kuat dengan bekerja

Semut-semut beranjak pergi sambil membawa makanan yang berhasil mereka dapatkan. Para Belalang masih saja terus menari-nari dan bernyanyi gembira. Bahkan diantara beberapa gerakan tarian para belalang ada yang terkesan mengejek semut-semut.

Semut- semut :
Belalang oh belalang
Tak mau diingatkan
Kasihan oh kasihan
Jika musim penghujan datang

Semut-semut keluar. Para belalang masih terus menari dan bernyanyi.

ADEGAN II
Ketika para belalang sedang asyik bernyanyi dan menari, tiba-tiba datanglah angin kencang. Mereka saling berpegangan satu sama lain. Bukannya takut, para belalang malah bernyanyi menantang angin.

Para Belalang :
Kamilah para belalang
Serangga kuat yang kan menghadang
Setiap hembusan angin yang kencang
Dengan gagah siap menantang

Jangan takut jangan kau gentar
Meski jantung terus berdebar
Kita ini serangga kekar
Meski angin kencang menghajar

Kali ini angin semakin kencang. Para belalang terpontang-panting tertiup angin. Bukan hanya angin saja, tapi juga hujan yang sangat deras mengguyur seluruh permukaan padang.

Para Belalang :
Badai terlalu kuat…,
Hujan terlalu deras…,
Bertahanlah…,
Bertahanlah…,

Badai semakin hebat…,
Hujan semakin dahsyat…,
Berlindunglah…,
Berlindunglah…,

Toloooong……!!

Para belalang kebingungan…, kalang kabut…, panik…, terseok-seok dihantam badai.

ADEGAN III
Hujan Reda, Angin kencang menghilang. Kini tinggal sisa-sisa hujan dan genangan air dimana-mana. Para belalang terlihat bergelimpangan disekitar padang. Satu persatu para belalang mencoba bangkit. Tapi mereka terlalu lelah setelah badai tadi.

Para Belalang :
Sialnya oh betapa sialnya
Semua hancur berkalang tanah
Badan yang kuat kini melemah
Untuk bangkitpun tak berdaya

Lelahnya oh betapa lelahnya
Dengan sisa tenaga yang ada
Mari kita mulai bekerja
Agar hidup lebih terjaga

Laparnya oh betapa laparnya
Tak ada lagi makanan tersisa
Semua musnah diterjang badai
Karena kita sudahlah lalai

Mereka terlihat kelaparan. Beberapa mencoba untuk mencari makanan yang tersisa. Tapi semua telah musnah, hancur diterjang badai. Para belalang kembali terakapar tak sadarkan diri.

ADEGAN IV
Semut-semut keluar dari sarang mereka. Beberapa diantaranya melihat belalang yang sedang terkapar tak berdaya.

Semut- Semut :
Lihatlah, hai lihatlah
Kawan-kawan semua
Ada makhluk merana
sedang berkalang tanah

Ayo-ayo semua
Kita bantu mereka
Hilangkan duka lara
Dari semua bencana

Semut-semut bekerja sama mengangkat dan membantu belalang untuk bangkit. Beberapa semut yang lain memberikan makanan kepada para belalang.

Para Belalang :
Apa hendak dikata
Pada semut mulia
Yang selalu bekerja
Dan menolong sesama

Semut-semut :
Terima kasihlah saja
Pada Allah ta’ala
Karena kami semua
Hanya hamba-hambanya

Ayo-ayo semua
Kita mulai bekerja
Marilah bergembira
Hilangkan duka lara.

Para belalang bangkit, mereka telah tampak sehat kembali. Lalu semut-semutpun mengantar para belalang pulang. Exit.

BABAK II
ADEGAN I
Pada hari yang lain, semut-semut sedang asyik mengumpulkan makanan sambil menari dan bernyanyi.

Semut-Semut :
Kamilah semut-semut ceria
Selalu bekerja dengan gembira
Tak pernah jemu, tak pernah lelah
Karena kerja adalah ibadah

Kamilah semut-semut periang
Selalu bekerja dengan senang
Agar selalu hidup tenang
Walau badai kan menerjang

Ayo kerja, Ayo bergembira
Hilangkanlah seluruh duka lara
Ayo kerja bersama-sama
Kita kuat dengan bekerja

Tiba-tiba datanglah dua ekor kumbang koksi yang sangat besar merampas makanan yang telah dikumpulkan oleh semut-semut.

Kumbang Koksi :

Hahaha…, hihihi
Kami si kumbang koksi
Hahaha…, hihihi…,
Kumbang yang paling berani

Mereka menakut-nakuti semut-semut dengan badan mereka yang besar. Semut-semut berkumpul ketakutan.
Inilah kami
Kumbang yang pemberani
Tak pernah takut
Pada semut pengecut

Kembali kumbang koksi menakut-nakuti semut-semut dan merampas makanan yang mereka punya. Semut-semut semakin ketakutan.

Hahaha…, hihihi
Kami si kumbang koksi
Hahaha…, hihihi…,
Kumbang yang paling berani

Kumbang koksi semakin menjadi-jadi menakut-nakuti dan merampas makanan semut-semut. Kali ini semut-semut tidak diam saja, mereka berusaha melawan. Tapi dua ekor kumbang koksi tersebut benar-benar hebat dan kuat. Apa lagi dengan senjata gas beracun yang dikeluarkannya.

ADEGAN II
Sementara semut-semut terpojok dan tak berdaya, datanglah para belalang. Melihat semut-semut yang pernah menolongnya, para belalang langsung bersiap siaga untuk menghadapi kumbang koksi.

Para Belalang :
Hai kumbang yang licik
Janganlah engkau picik
Ayo hadapi kami
Belalang pemberani

Semut makhluk yang kecil
Janganlah engkau usil
Semut makhluk yang lucu
Janganlah engkau ganggu

Kumbang koksi berbalik arah menghadapi para belalng. Mereka tampaknya marah besar karena kesenangannya diganggu.

Kumbang Koksi :
Wahai para belalang
Kau buat kami berang
Kalau memang berani
Ayo maju kemari

Maka terjadilah pertarungan antara para belalang dan kumbang koksi. Pertarungan berlangsung lama dan menegangkan. Hingga akhirnya para belalang berhasil mengusir kumbang koksi. Semut-semut bersorak gembira menyambut kemenangan para belalang.

ADEGAN III
Semut-semut menghampiri para belalang, mereka saling bersalaman dan berpelukan. Lalu semua membentuk formasi untuk menari dan bernyanyi bersama.

Semut & Belalang :
Marilah kawan-kawan semua
Kita mengambil pelajaran dan hikmah
Semut dan belalang dalam sebuah kisah
Kisah yang indah tentang bekerja sama

Marilah kawan-kawan semua
Kita gembira bernyanyi bersama
Tentang kisah semut dan belalang
Binatang kecil yang selalu periang

Semut dan belalang makhluk Allah ta’ala
Selalu ceria selalu bergembira
Semut dan belalang makhluk Allah ta’ala
Mampu memberi pelajaran dan hikmah

Idris Klana & M. Faisal Rasyidi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

What is 7 + 15 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human) :-)