Engkau adalah Permata yang Bersinar

Ketika anak-anak sudah memasuki usia belajar, mereka akan memasuki lembaga pendidikan yang disebut sekolah. Di lingkungan baru ini anak-anak akan menemukan banyak hal yang membingungkan dan sulit dipahami.

Bisa saja bayangan mereka bahwa sekolah itu menyenangkan, tapi pada kenyataannya sangat berbeda. Susah untuk bergaul dan kemampuan beradaptasi yang sulit dengan orang lain, karena mungkin beberapa teman merasa sebagai "penguasa" dan dirinya dianggap "biasa", cara mengajar guru yang kurang menyenangkan, kurangnya dukungan orang tua dan faktor lainnya bisa menyebabkan rasa rendah diri, kekhawatiran, depresi dan pembentukan mental buruk lainnya.

Apa yang bisa kita lakukan agar membuat permata ini bersinar?

  1. Tanamkanlah dalam diri anak bahwa ia "pintar", "menarik" dan "berbakat". Asalkan ia yakin pada dirinya sendiri, impian dan cita-citanya akan terwujud.
  2. Ia bisa menerima dengan lapang dada dan senyuman atas keanekaragaman berbagai watak teman-temannya yang berbeda. Anggap saja bahwa nada yang berbeda akan menghasilkan alunan musik yang sangat indah.
  3. Mengajaknya untuk melihat pertandingan pentas yang hebat adalah cara yang bisa dicoba untuk meningkatkan rasa percaya diri dan motivasi belajarnya. Katakan padanya "Pemenang itu suatu hari adalah dirimu".
  4. Ajaklah anak untuk komunikasi dengan baik. Katakan padanya untuk mensyukuri segala karunia Allah berupa badan yang sehat dan akal pikiran yang cerdas, bukalah pikirannya bahwa semua yang ada dalam dunia ini adalah milik Allah dan kita diwajibkan untuk berusaha dan berdo'a, sedangkan hasilnya tetap kita serahkan pada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Percayalah uluran kasih sayang dan perhatian Anda terhadapa hal-hal kecil ini akan sangat berpengaruh untuk khidupan ia kedepan. Berilah kesempatan mereka untuk menjadi apa yang mereka inginkan dan lihatlah senyum manis mereka yang mengungkapkan "terimakasih" untuk Anda.

Ada kata bijak mengatakan "tanggungjawab sekolah itu adalah mengajari anak untuk menjadi bijaksana bukan mengutamakan anak untuk mempelajari berbagai macam bentuk perdagangan dan tekhnologi, tetapi melatih mereka untuk bisa mengembangkan kepribadian yang baik dan mengerti arti hidup".

Selamat menjadi para pendidik yang baik. Maaf atas segala kekurangan, semoga bermanfaat. (Tya)