Bulan yang Terlalu Istimewa untuk Diabaikan Tanpa Persiapan
Ibarat pertandingan sepak bola, maka bulan Ramadhan adalah ibarat sebuah kesempatan tendangan pinalti. Sebuah kesempatan emas yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pemain, sebagai jalan pintas yang paling mudah untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.
Pada saat tendangan pinalti tersebut, seorang pemain diijinkan menendangkan bola dari jarak yang cukup dekat di depan gawang, sementara pemain musuh tidak diperbolehkan menghalang-halangi.
Sementara kepiawaian kiper (penjaga gawang) menangkap bola pun ada batasnya, mengingat pintu gawang yang harus ia jaga pun cukup lebar. Maka peluang terjadinya gol menjadi sangat besar karenanya.
Begitulah perumpamaan bulan Ramadhan dalam kehidupan manusia. Sebuah kesempatan emas yang memiliki banyak kemudahan bagi manusia untuk menemukan jalan pintas menumpuk bekal menuju surga.
Berbagai keutamaan diberikan di bulan ini. Diikuti pula dengan beragam kemudahan. Sementara musuh pun dibelenggu, sehingga faktor penghalang pun berkurang. Nah, tinggal keaktifan para pemain, mampukah memanfaatkan kesempatan emas ini dengan menyarangkan gol kemenangan!
Beragam Keutamaan
Sebulan penuh umat Islam berpuasa, ini menyimpan satu potensi do'a yang sangat dahsyat. Bukankah Allah menjanjikan bahwa do'a orang yang berpuasa memiliki ijabah yang tak diragukan lagi?
Sementara kehidupan manusia akan selalu penuh dengan permasalahan, maka sudah sewajarnya jika kita mengejar kesempatan untuk bisa memanjatkan doa yang makbul. Maka bagaikan orang yang sedang dalam kehausan, maka kedatangan Ramadhan ibarat menemukan mata air yang mengalirkan air jernih dan segar tiada habis-habisnya.
Itu keutamaan yang pertama. Kedua, di dalam bulan inilah terdapat malam Lailatul Qadr, malam turunnya al-Qur'an yang nilainya sama dengan seribu bulan. Bukan main. Sekali saja beribadah pada malam ini, sudah sama seperti beribadah selama seribu bulan!
Keutamaan berikutnya, bahwa selama bulan Ramadhan, seluruh setan dibelenggu oleh Allah subhanahu wa ta'ala, sehingga meminimalkan gangguan dan godaan dari luar untuk berbuat maksiat.
Keistimewaan jenis ibadah yang hanya ada dalam bulan Ramadhan dengan pahala yang tinggi pun melengkapi keutamaan bulan mulia ini. Shalat tarawih, dengan suasana yang khas, menyemarakkan malam-malam di bulan Ramadhan. Ada lagi ibadah I'tikaf, berdiam di masjid pada malam-malam terakhir. Infaq, bersedekah, memiliki nilai pahala yang lebih tinggi dibanding amal serupa di bulan lain.
Memberi makan orang yang berbuka, pahalanya sama dengan berpuasa. Begitu juga dengan membaca al-Qur'an, menghadiri majelis ta'lim, hingga berzikir pun semuanya memiliki nilai pahala yang dilipat
gandakan.
Puncak dari semua keistimewaan itu adalah ganjaran yang diberikan Allah kepada orang yang berhasil
melakukan puasa sebaik mungkin dan melengkapinya dengan beragam ibadah lain, maka dijanjikan
akan berhasil meraih predikat muttaqin. (Surat Al-Baqarah 183).
Bonus pahala yang dinanti-nantikan oleh semua orang adalah penghapusan dosa. Ibarat sebuah mesin cuci, maka bulan Ramadhan ini menjadi wahana pencucian dosa, sehingga mereka yang berhasil memanfaatkan Ramadhan dengan baik, seusai bulan Ramadhan seperti bayi yang baru saja terlahir, yang masih suci dari dosa-dosa.
Dan Allah pun memberikan sebuah perayaan kemenangan yang sangat membahagiakan seusai Ramadhan, yaitu Hari Raya Idul Fitri, sebuah hari istimewa yang sangat bermakna. (Ze)
