Blog yang membahas pendidikan anak, mulai dari pendidikan formal, non formal, pendidikan islami, fisik, psikologi, adab dan hal lain yang masih menyangkut seputar mendidik anak.

Laskar Pelangi The Movie

Laskar Pelangi, as a first novel, tells us about ten poor kids in Belitong, to be called Laskar Pelangi. They study in a poor Elementary school-SD Muhammadiyah-, which only have ten students, they are Laskar Pelangi. Each of them, has a special characteristic.

For example, Lintang who is the smartest. He is really addicted with education. He likes to explore new things. Even, he must takes eighty kilometres vice versa a day to reach the school. Another figure is Mahar who has a talent in art. He has a beautiful imagination to create something. And also, the main figure of this Tetralogy, Ikal.

Bulan yang Terlalu Istimewa untuk Diabaikan Tanpa Persiapan

Ibarat pertandingan sepak bola, maka bulan Ramadhan adalah ibarat sebuah kesempatan tendangan pinalti. Sebuah kesempatan emas yang sangat ditunggu-tunggu oleh semua pemain, sebagai jalan pintas yang paling mudah untuk menyarangkan bola ke gawang lawan.

Pada saat tendangan pinalti tersebut, seorang pemain diijinkan menendangkan bola dari jarak yang cukup dekat di depan gawang, sementara pemain musuh tidak diperbolehkan menghalang-halangi.

Sementara kepiawaian kiper (penjaga gawang) menangkap bola pun ada batasnya, mengingat pintu gawang yang harus ia jaga pun cukup lebar. Maka peluang terjadinya gol menjadi sangat besar karenanya.

Begitulah perumpamaan bulan Ramadhan dalam kehidupan manusia. Sebuah kesempatan emas yang memiliki banyak kemudahan bagi manusia untuk menemukan jalan pintas menumpuk bekal menuju surga.

Berbagai keutamaan diberikan di bulan ini. Diikuti pula dengan beragam kemudahan. Sementara musuh pun dibelenggu, sehingga faktor penghalang pun berkurang. Nah, tinggal keaktifan para pemain, mampukah memanfaatkan kesempatan emas ini dengan menyarangkan gol kemenangan!

Beragam Keutamaan

Dialog Ramadhan antara Bunda dan Pelangi

Bunda, sekarang kan dah mau bulan puasa, pelangi mau nanya dong?
Nanya apa sayang...

Puasa itu apa sih bunda?
Pelangiku sayang, puasa itu adalah menahan lapar dan haus mulai dari pagi hingga petang. Sebelum subuh kita makan sahur untuk mengawali puasa, dan mengakhirinya dengan berbuka pada saat adzan maghrib. Selama berpuasa itulah kita dilarang makan dan minum.

Terus, apa gunanya puasa bunda?
Sayang, gunanya banyak sekali.
Pertama, karena kita bisa merasakan susahnya ketika perut sedang kelaparan, kita menjadi tahu betapa tersiksanya para pemulung sampah yang setiap hari harus mengais-ngais sampah dan hasilnya hanya cukup untuk makan keluarganya dua kali dalam sehari. Bayangkan, bagaimana jika ayahmu yang menjadi pemulung itu?

Kedua, dari sisi kesehatan, puasa itu bermanfaat. Mengistirahatkan tubuh dari kerja berat mengelola makanan. Juga membuang kelebihan lemak di tubuh yang bisa menimbulkan penyakit.

Engkau adalah Permata yang Bersinar

Ketika anak-anak sudah memasuki usia belajar, mereka akan memasuki lembaga pendidikan yang disebut sekolah. Di lingkungan baru ini anak-anak akan menemukan banyak hal yang membingungkan dan sulit dipahami.

Bisa saja bayangan mereka bahwa sekolah itu menyenangkan, tapi pada kenyataannya sangat berbeda. Susah untuk bergaul dan kemampuan beradaptasi yang sulit dengan orang lain, karena mungkin beberapa teman merasa sebagai "penguasa" dan dirinya dianggap "biasa", cara mengajar guru yang kurang menyenangkan, kurangnya dukungan orang tua dan faktor lainnya bisa menyebabkan rasa rendah diri, kekhawatiran, depresi dan pembentukan mental buruk lainnya.

Apa yang bisa kita lakukan agar membuat permata ini bersinar?

Apa sih pentingnya bahasa ibu bagi sang pelangi?

Masih ingatkah Bunda, saat pertama kali mengajarkan sang buah hati belajar berbicara. Itulah momen dimana kita sebagai orang tua berperan mengajarkan bahasa ibu (bahasa asli) kepada mereka sebagai sarana komunikasi terhadap orang lain.

Bahasa ibu (bahasa asli) sangat penting peranannya, karena dari situlah dasar-dasar cara berfikir mereka timbul. Dan lingkunganlah yang akan membantu bagaimana cara bersikap yang baik. Terkadang untuk membantu belajar bahasa lain akan sulit rasanya jika kita tidak pandai menggunakan bahasa ibu itu sendiri.

Oleh karena itu, pentingnya kita sebagai orang tua menjadi jembatan antara sang buah hati dan bahasanya itu sendiri. Karena ini akan menjadi hal dasar, yang terkadang suka kita lupakan. Mereka juga dapat berpartisipasi akan kelanjutan melestarikannya bahasa mereka sendiri.

Semoga bermanfaat. (Dhina)

Bohong, Sumpah, Hiperaktif, Penyebab Pemukulan Anak?

Tingkah laku lain yang menyebabkan anak sering menerima tindakan pemukulan ialah berbohong dan bersumpah yang merupakan dampak dari sikap hilang percaya diri anak dan orang tua, hiperaktif dan agresif, perkelahian antara anak-anak sendiri dan dengan anak-anak tetangga, penggunaan kata-kata yang tidak sopan dan enggan melaksanakan kewajiban tidak patuh.

Tentu tidak seorang pun dari kita yang bisa menerima tingkah laku anak seperti ini, tapi apakah tindakan pemukulan bisa menjamin mereka untuk tidak bertindak demikian? Mungkin ia dapat membantu untuk waktu tertentu, tetapi ia sama sekali tidak akan dapat membantu untuk merubah tingkah laku anak menjadi baik.

Bagaimana mungkin anak baik bisa belajar dengan tindakan pemukulan? Kami telah menjelaskan pada bagian sebelumnya bahwa perbuatan atau tingkah laku yang ingin kita ajarkan kepada anak-anak harus dilakukan dengan empat cara.

Sebagai Seorang Guru

"Aku telah mencapai sebuah kesimpulan yang menakutkan bahwa aku adalah unsur penentu di dalam kelas. Pendekatan pribadikulah yang menciptakan iklimnya. Suasana hatikulah yang membuat cuacanya.

Sebagai seorang guru, aku memiliki kekuatan yang sangat besar untuk membuat hidup seseorang menderita atau gembira. Aku bisa menjadi alat penyiksa atau pemberi ilham. Aku bisa mempermalukan atau bercanda, melukai atau menyembuhkan.

Dalam semua situasi, reaksikulah yang menentukan apakah sebuah krisis akan memuncak atau mereda dan apakah seseorang akan diperlakukan sebagai manusia atau direndahkan." Oleh Haim Ginott

Tips: Membangun Dialog Positif pada Anak

Beberapa tips berikut dapat anda coba untuk membangun dialog yang mampu memberikan dialog positif pada anak.

  1. Lakukan percakapan terarah secara wajar (tidak formal). Arahkan pemikiran anak pada kebenaran yang harus dipelajarinya.
  2. Ikutilah peraturan-peraturan sederhana ini :
    • Berbicaralah pada anak secara berhadapan dengan pandangan mata sama.
    • Gunakanlah nama panggilan anak sesering mungkin.
    • Seringlah tersenyum waktu bercakap-cakap.
    • Bersikaplah tenang dan perhatikan gerak-gerik anak.
    • Dengarkan dengan seksama apa yang dikatakannya.
  3. Bimbinglah anak untuk mengerti perasaannya sebelum anak mampu menjelaskan perasaannya pada orang lain. Ia membutuhkan pertolongan orang dewasa untuk menjelaskan perasaannya, baik senang maupun sedih. Membantu anak menjelaskan perasaan, misalnya dengan mengatakan:

Memberi Dorongan Positif pada Anak

"Dorongan positif akan membantu anak memahami proses belajarnya, dan terlibat sebagai sumber belajar. Dimasa datang kemampuan tersebut sangat penting dalam persaingan di era globalisasi ini."

Sebuah penelitian di negeri paman sam menyatakan, sejak usia dini rata-rata setiap anak menerima enam komentar negative untuk satu dorongan positif yang diterimanya. Belum ada penelitian serupa di wiliyah Indonesia. Namun, kemungkinan hasilnya tak jauh beda, atau bahkan bisa jadi jauh lebih besar.

Menurut Henny Supolo, pakar pendidikan dari Al-Azhar saat bedah buku “Memberi Dorongan Positif pada Anak” di Depok, menyatakan: jomplangnya kondisi ini bisa terjadi karena kebiasaan untuk mengungkapkan pujian pada masyarakat kita jauh lebih rendah daripada kebiasaan dalam memberikan lontaran ledekan atau celaan.

Akibatnya, banyak orang dibesarkan dalam lingkungan dengan kencenderungan berkomentar negatif, termasuk para orangtua dan pendidik. Padahal dorongan positiflah yang memiliki kekuatan sangat besar untuk membangun rasa percaya diri anak dan memacu semangat agar anak berprestasi baik.

Belajar Cara Belajar

"Orang tua tidak boleh terlalu fokus pada membantu anak menguasai pelajaran di sekolah. Tetapi lebih pada membantu anak Belajar Cara Belajar (BCB)." Oleh Phillip E. Jhonson, Ph.D

Syndicate content